Kontingen Indonesia Lampaui Target di APG Thailand Jelang Penutupan

Kontingen Indonesia Lampaui Target di APG Thailand Jelang Penutupan

Kontingen Indonesia sukses mengakhiri perjuangan di ajang ASEAN Para Games (APG) Thailand 2026 dengan pencapaian gemilang. Sepanjang pelaksanaan pada 20–26 Januari 2026, Indonesia berhasil mengoleksi total 392 medali, terdiri atas 135 emas, 143 perak, dan 114 perunggu.

Capaian tersebut jauh melampaui target awal yang ditetapkan, yakni 82 emas, 77 perak, dan 77 perunggu. Sejak awal keberangkatan ke Thailand, Indonesia menargetkan finis di posisi tiga besar klasemen akhir, target yang dinilai realistis seiring berkurangnya jumlah peserta dari Kamboja.

Di bawah kepemimpinan Chef de Mission Reda Manthovani, sejumlah cabang olahraga (cabor) tampil dominan dan melampaui target perolehan medali. Cabang para atletik menjadi penyumbang medali terbanyak dengan raihan 44 emas, 38 perak, dan 23 perunggu.

Pada posisi berikutnya, cabang para renang mencatatkan 29 emas, 37 perak, dan 20 perunggu. Sementara itu, cabor para bulu tangkis juga menunjukkan performa impresif dengan menyumbangkan 12 emas, 9 perak, dan 7 perunggu.

Cabor para angkat berat turut berkontribusi dengan raihan 9 emas dan 4 perak. Adapun cabang para judo mencatatkan prestasi istimewa dengan menyapu bersih seluruh nomor pertandingan. Para judo Indonesia keluar sebagai juara umum setelah mengoleksi 7 emas, 3 perak, dan 1 perunggu.

Perolehan medali kontingen Indonesia semakin bertambah pada hari terakhir pertandingan melalui cabang para catur. Dari cabor ini, Indonesia mengamankan 9 emas, 22 perak, dan 7 perunggu.

Salah satu atlet yang mencuri perhatian adalah Aisah Wijayanti Putri Brahmana. Atlet para catur tersebut sukses melampaui target pribadinya dengan meraih 3 emas, 1 perak, dan 1 perunggu, meski sebelumnya hanya menargetkan 2 emas.

“Awalnya cukup sulit untuk mengalahkan lawan-lawan di cabor para catur ini. Kami hanya bisa mendapatkan satu emas. Namun, karena berjuang dan berusaha, Alhamdulillah akhirnya kami bisa mendapatkan emas dari nomor cepat dan kilat,” ujar Putri, Minggu (25/1/2026) malam.

Putri mengungkapkan perjuangannya tidak mudah karena harus meninggalkan anaknya yang baru lahir pada Agustus 2025 selama masa persiapan pemusatan latihan nasional (Pelatnas).

“Selama Pelatnas, saya harus menitipkan anak saya ke orang tua. Oleh karena itu, saya ingin mempersembahkan catatan medali ini untuk anak saya. Rasanya sangat sedih meninggalkan anak yang baru lahir. Namun, demi Indonesia, saya harus berjuang,” tuturnya.

Sementara itu, pelatih para catur Indonesia, Tedy Wiharto, menilai persaingan di ASEAN Para Games kali ini berlangsung ketat. Ia menyebut atlet dari Vietnam dan Filipina menjadi pesaing terberat Indonesia di cabang para catur.

“Dari evaluasi kami, para atlet dari Vietnam dan Filipina terlihat lebih siap dan semakin berkembang. Saya mengapresiasi atlet kami yang sudah berjuang keras,” kata Tedy.

Ia berharap para atlet dapat menjaga konsistensi latihan setelah ajang multievent ini, mengingat masih ada sejumlah kejuaraan single-event yang akan dihadapi ke depan. Tedy juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung persiapan tim.

ASEAN Para Games ke-13 Thailand resmi ditutup pada Senin malam, 26 Januari 2026, di 80th Birthday Anniversary Stadium. Selanjutnya, kontingen Indonesia dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada Selasa, 27 Januari 2026, menggunakan pesawat carter dalam dua kloter penerbangan langsung dari Bandara Internasional Suvarnabhumi, Bangkok, menuju Bandara Adi Soemarmo, Boyolali.

Dikutip dari RRI.co.id