Kilau Emas Dunia Memudar Setelah Harga Turun 1,5 Persen

Kilau Emas Dunia Memudar Setelah Harga Turun 1,5 Persen

Harga emas dunia mengalami penurunan pada perdagangan Senin waktu setempat atau Selasa WIB. Penurunan ini dipicu oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) yang membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Mengutip Yahoo Finance, Selasa, 10 Maret 2026, harga emas spot sebagai acuan harga emas dunia turun 1,5 persen menjadi USD5.091,02 per ons. Sebelumnya, harga emas sempat merosot lebih dari dua persen pada awal sesi perdagangan.

Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April turun 1,2 persen menjadi USD5.097,40 per ons.

Penguatan Dolar dan Imbal Hasil Obligasi Tekan Emas

Dolar AS tercatat menguat hingga mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan terakhir. Kondisi ini membuat emas batangan yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Selain itu, imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun juga naik ke level tertinggi dalam satu bulan. Kenaikan imbal hasil ini meningkatkan biaya peluang kepemilikan emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil.

Lonjakan Harga Minyak Picu Kekhawatiran Inflasi

Tekanan terhadap harga emas juga dipengaruhi oleh lonjakan harga minyak mentah global. Harga minyak melonjak lebih dari 20 persen hingga menembus USD110 per barel.

Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik setelah perang antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran yang meluas. Situasi tersebut menyebabkan beberapa produsen minyak utama di Timur Tengah memangkas pasokan karena kekhawatiran gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz.

Lonjakan harga energi memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi sehingga berpotensi menunda penurunan suku bunga oleh bank sentral AS.

Pasar Perkirakan Suku Bunga AS Tetap Stabil

Berdasarkan alat FedWatch milik CME Group, investor memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tetap stabil pada akhir pertemuan kebijakan yang berlangsung pada 18 Maret mendatang.

Peluang suku bunga tetap stabil pada Juni juga meningkat menjadi lebih dari 51 persen, naik dari posisi pekan lalu yang berada di bawah 43 persen.

Secara historis, emas cenderung berkinerja lebih baik dalam lingkungan suku bunga rendah karena tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen investasi lainnya.

Harga Logam Mulia Lainnya

Selain emas, harga logam mulia lainnya juga mengalami penurunan pada perdagangan tersebut.

Harga perak spot turun 1,5 persen menjadi USD83,09 per ons. Harga platinum spot turun 1,1 persen menjadi USD2.111,04 per ons, sementara paladium melemah 1,4 persen menjadi USD1.603,25 per ons.

Dikutip dari metrotvnews.com