[Kaleidoskop] Formula 1 2025: Ketatnya Perebutan Gelar dan Dinamika Tim Sepanjang Musim

[Kaleidoskop] Formula 1 2025: Ketatnya Perebutan Gelar dan Dinamika Tim Sepanjang Musim

FORMULA 1 musim 2025 menyuguhkan drama intens hingga balapan penutup di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, awal bulan ini. Persaingan gelar Juara Dunia yang berlangsung ketat hingga garis finis menjadi sorotan utama publik sepanjang musim.

Lando Norris memastikan gelar Juara Dunia perdananya usai menaklukkan Oscar Piastri dan Max Verstappen dalam duel sengit di seri terakhir. Pertarungan tiga pembalap tersebut telah menjadi pusat perhatian sejak awal musim, meski sejumlah kisah menarik juga hadir di seluruh grid.

Salah satu cerita emosional datang dari Nico Hulkenberg yang akhirnya meraih podium perdananya setelah penantian panjang selama 15 tahun di Formula 1. Pembalap Jerman itu naik podium di Sirkuit Silverstone bersama Kick Sauber, menjadi momen tak terduga dalam kariernya yang sempat meredup bersama beberapa tim berbeda. Pada usia 38 tahun, pencapaian tersebut menjadi bukti konsistensi dan ketekunan Hulkenberg.

Kisah lain datang dari kebangkitan Max Verstappen pada paruh kedua musim. Setelah tampil kurang maksimal di awal tahun, Red Bull membawa pengembangan signifikan di Monza yang mengubah peta persaingan. Juara Dunia empat kali itu sukses memangkas defisit hingga 104 poin dan kembali masuk dalam perburuan gelar. Namun, kemenangan di Abu Dhabi belum cukup untuk mengantarkan Verstappen meraih gelar kelima.

Musim 2025 juga menjadi panggung bagi para pembalap rookie. Kimi Antonelli tampil impresif bersama Mercedes pada usia 19 tahun dan mengonfirmasi statusnya sebagai talenta masa depan. Isack Hadjar turut mencuri perhatian setelah meraih podium bersama Racing Bulls. Performa konsisten pembalap 21 tahun itu membuatnya dipromosikan ke Red Bull untuk musim 2026.

Sementara itu, Carlos Sainz membuktikan kualitasnya meski harus meninggalkan Ferrari pada akhir 2024. Bergabung dengan Williams, Sainz sukses mengamankan dua podium di Baku dan Qatar. Hasil tersebut menegaskan bahwa karier pembalap asal Spanyol itu tetap kompetitif meski tak lagi membela tim papan atas.

Musim 2025 menegaskan bahwa Formula 1 terus menghadirkan drama, kejutan, dan kisah emosional di lintasan. Menjelang musim 2026, persaingan diprediksi semakin ketat seiring perubahan peta kekuatan tim dan munculnya generasi pembalap baru.

Dikutip dari RRI.co.id