Sukoharjo – Dalam upaya menekan angka kecelakaan dan meningkatkan kedisiplinan pengguna jalan, Tim Pembina Samsat Sukoharjo yang terdiri dari Jasa Raharja dan Satlantas Polres Sukoharjo menggelar kegiatan edukatif dalam rangka Operasi Keselamatan Candi 2026. Kegiatan ini dipusatkan di halaman Kantor Samsat Sukoharjo pada Sabtu (07/02/2026).
Operasi kali ini mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis kepada para pengendara serta masyarakat yang sedang mengurus administrasi kendaraan. Petugas memberikan edukasi mendalam mengenai, Pentingnya penggunaan perlengkapan keselamatan berkendara (helm standar dan sabuk pengaman). Kelengkapan surat-surat kendaraan (SIM dan STNK). Kepatuhan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan SWDKLLJ.
PJ Jasa Raharja Samsat Sukoharjo, Maria Tuti S, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun budaya tertib lalu lintas sekaligus memberikan pemahaman mengenai peran Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Perwakilan Jasa Raharja Sukoharjo, Arvian Riza Yudhawan, menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menciptakan ekosistem jalan raya yang aman.
“Keselamatan di jalan raya harus dipandang sebagai kebutuhan bersama, bukan sekadar kewajiban untuk menghindari sanksi. Melalui Ops Keselamatan Candi ini, kami ingin memastikan masyarakat memahami bahwa perlindungan diri dimulai dari kepatuhan terhadap aturan lalu lintas,” ujarnya.
Pihak Satlantas Polres Sukoharjo senada dalam mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama. Dengan adanya pembinaan rutin ini, diharapkan angka kecelakaan di wilayah Kabupaten Sukoharjo dapat ditekan secara signifikan.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Sinergi antara Jasa Raharja, Kepolisian, dan Tim Pembina Samsat diharapkan terus berlanjut guna mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di seluruh wilayah Sukoharjo.
