Musim hujan di awal tahun 2026 berdampak pada terjadinya bencana banjir di sejumlah wilayah Provinsi Jawa Tengah, salah satunya di Kabupaten Pekalongan. Banjir tersebut nyaris melumpuhkan aktivitas masyarakat, termasuk mobilitas transportasi kereta api yang selama ini dikenal relatif bebas hambatan.
Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah utara Jawa Tengah sejak Jumat, 16 Januari 2026. Curah hujan yang terus berlangsung hingga malam hari menyebabkan banjir di sekitar jalur rel, khususnya di wilayah Stasiun Pekalongan dan Sragi.
Genangan air setinggi 9 hingga 20 sentimeter tercatat berada di atas bantalan rel. Kondisi tersebut membuat jalur dinyatakan tidak aman untuk dilintasi, sehingga sejumlah perjalanan kereta dari arah Semarang menuju Jakarta maupun sebaliknya tidak dapat melanjutkan perjalanan.
Pada Sabtu, 17 Januari 2026, banjir belum menunjukkan tanda surut. Intensitas hujan bahkan meningkat dan berdampak pada bertambahnya ketinggian air di lintasan rel. Situasi ini memaksa PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali membatalkan sejumlah perjalanan kereta.
Hingga Minggu, 18 Januari 2026, pembatalan perjalanan masih berlangsung sepanjang hari. Kondisi banjir diperparah dengan adanya insiden tanggul jebol serta pengaruh air pasang yang membuat genangan semakin meluas.
Memasuki Senin, 19 Januari 2026, PT KAI kembali membatalkan 34 perjalanan kereta api. Namun, kondisi mulai membaik setelah genangan air di jalur Sragi Pekalongan berhasil ditangani. Sekitar pukul 10.00 WIB, jalur hulu dan hilir dinyatakan dapat dilalui kembali.
Meski demikian, seluruh kereta yang melintas di jalur tersebut masih diberlakukan pembatasan kecepatan maksimal 30 kilometer per jam demi menjaga keselamatan perjalanan.
Berdasarkan keterangan resmi PT KAI, total terdapat 116 perjalanan kereta api yang dibatalkan selama periode 17 hingga 19 Januari 2026 akibat banjir di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah.
Dikutip dari metrotvnews.com
