Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat meliburkan aktivitas belajar mengajar bagi 80 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 8 Meulaboh yang berlokasi di Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan. Kebijakan tersebut telah diberlakukan sejak sepekan terakhir akibat dampak kebakaran lahan yang terjadi hampir dua pekan ini.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat, Husensah, mengatakan penghentian sementara kegiatan belajar mengajar dilakukan berdasarkan rekomendasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat. Hal ini menyusul munculnya kabut asap di sekitar lingkungan sekolah yang dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan siswa.
“Liburnya aktivitas sekolah bagi anak didik sesuai dengan rekomendasi dari BPBD Aceh Barat, karena di sekitar sekolah sudah terjadi kabut asap sehingga dikhawatirkan mengganggu kesehatan para murid,” kata Husensah, dikutip dari Antara, Senin, 26 Januari 2026.
SDN 8 Meulaboh berada tidak jauh dari lokasi kebakaran lahan yang hingga kini masih terus dilakukan upaya pemadaman oleh BPBD Aceh Barat bersama tim gabungan. Pemkab Aceh Barat mengambil langkah meliburkan sekolah sebagai upaya pencegahan terhadap potensi gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.
Selama masa libur sekolah, para guru diminta untuk tetap mengawasi proses belajar dengan mewajibkan siswa belajar dari rumah. Aktivitas belajar mengajar akan kembali dinormalisasi setelah kondisi lingkungan sekitar sekolah dinyatakan aman dan bebas dari kabut asap.
“Kami terus melakukan pemantauan situasi saat ini,” ujar Husensah.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald, mengatakan rekomendasi peliburan sekolah diberikan setelah melihat kondisi lapangan yang semakin mengkhawatirkan. Kabut asap yang semakin pekat membuat indeks pencemaran udara di wilayah terdampak masuk dalam kategori tidak sehat.
“Mengingat kondisi kabut asap yang semakin pekat dan indeks pencemaran udara yang sudah masuk dalam kategori tidak sehat, kami telah berkoordinasi langsung dengan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Barat agar meliburkan aktivitas sekolah di sekitar lokasi terdampak bencana kebakaran lahan,” jelas Teuku Ronald.
BPBD Aceh Barat menegaskan masa libur sekolah akan berlangsung hingga kualitas udara dinyatakan membaik dan aman oleh pihak berwenang. Selama periode tersebut, siswa diimbau untuk tetap berada di dalam rumah dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Selain itu, BPBD bersama Pemkab Aceh Barat terus memantau titik api dan pergerakan asap di wilayah terdampak. Masyarakat diminta tetap waspada serta segera melaporkan apabila menemukan titik api baru agar dapat segera ditangani sebelum meluas.
Dikutip dari metrotvnews.com
