‘Esok Tanpa Ibu’: Perpaduan Kisah Keluarga dan Teknologi AI

‘Esok Tanpa Ibu’: Perpaduan Kisah Keluarga dan Teknologi AI

Esok Tanpa Ibu merupakan film drama keluarga yang mengangkat kisah emosional tentang kehilangan, hubungan orang tua dan anak, serta peran teknologi. Cerita berfokus pada Rama, seorang remaja yang hidupnya berubah drastis setelah sang ibu mengalami kondisi koma.

Rama, diperankan oleh Ali Fikry, digambarkan memiliki hubungan kurang harmonis dengan ayahnya namun sangat dekat dengan ibunya sejak kecil. Kedekatan tersebut membuat Rama kesulitan menerima kenyataan ketika sosok ibu yang selama ini menjadi sandaran hidupnya tiba-tiba tak sadarkan diri.

Ibu Rama diperankan aktris Dian Sastrowardoyo, yang menjadi pusat kehangatan dan kestabilan emosional dalam keluarga. Ketidakhadirannya memicu konflik batin mendalam bagi setiap anggota keluarga. Ringgo Agus Rahman memerankan ayah Rama, yang kerap berselisih paham dengan anaknya dan menambah ketegangan keluarga di tengah situasi sulit.

Dalam kondisi terpuruk, Rama menemukan bantuan melalui ‘i-BU’, sebuah kecerdasan buatan hasil ciptaan temannya. Teknologi ini memungkinkan Rama melihat wajah, mendengar suara, dan berinteraksi layaknya dengan sosok ibunya sendiri. ‘i-BU’ kemudian dimanfaatkan Rama sebagai alat untuk merangsang kerja otak sang ibu yang masih terbaring koma, sekaligus membantu Rama mengatasi rasa sepi dan kehilangan.

Film ini juga menghadirkan aktor pendukung yang memperkuat dinamika cerita secara emosional. Esok Tanpa Ibu mengajak penonton merenungkan batas teknologi, makna keluarga, serta harapan di tengah keterbatasan manusia.

Film Esok Tanpa Ibu dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 22 Januari 2026, menghadirkan kisah emosional penuh konflik keluarga dan perjalanan Rama dalam menghadapi kehilangan ibunya dengan bantuan kecerdasan buatan yang unik.

Dikutip dari RRI.co.id