Erupsi Gunung Semeru Pagi Ini Lontarkan Abu Vulkanik hingga 400 Meter

Erupsi Gunung Semeru Pagi Ini Lontarkan Abu Vulkanik hingga 400 Meter

Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Jumat (6/3/2026) pagi. Letusan tersebut menghasilkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 400 meter di atas puncak gunung.

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa erupsi terjadi pada pukul 04.01 WIB. Dari hasil pengamatan visual, kolom abu terpantau mencapai sekitar 400 meter di atas puncak atau sekitar 4.076 meter di atas permukaan laut.

Informasi terkait erupsi Gunung Semeru tersebut segera dipublikasikan kepada masyarakat pada pukul 04.44 WIB melalui berbagai kanal resmi milik Badan Geologi.

Berdasarkan data pemantauan instrumental, aktivitas erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 20 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 7 detik.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang. Arah sebaran abu mengarah ke timur, yakni menuju wilayah Besuk Kobokan yang merupakan jalur penghubung antara Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.

“Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat,” ujar Lana.

Saat ini, Badan Geologi menetapkan status Gunung Semeru pada Level III atau Siaga. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak gunung.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran Besuk Kobokan. Kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Badan Geologi juga melarang masyarakat melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena wilayah tersebut rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

Di samping itu, warga di sekitar gunung juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lain seperti awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Beberapa wilayah yang perlu diwaspadai antara lain kawasan Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai yang terhubung langsung dengan aliran Besuk Kobokan.

Dikutip dari antaranews.com