Harga emas kembali turun pada Kamis, 15 Januari 2026, mengembalikan sebagian keuntungan setelah tiga sesi rekor tertinggi berturut-turut. Penurunan terjadi seiring Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengurangi sikap agresifnya terhadap kerusuhan di Iran, sehingga menekan permintaan emas sebagai aset safe-haven.
Dikutip dari Investing.com, harga emas spot turun 0,8 persen menjadi USD4.589,00 per ons, sementara harga emas berjangka AS juga melemah 0,8 persen ke USD4.596,75 per ons. Sebelumnya, harga emas mencapai rekor tertinggi USD4.642,72 per ons.
Sikap Trump yang lebih lunak terhadap Iran meredakan kekhawatiran pasar akan intervensi militer AS, sehingga menurunkan premi risiko geopolitik yang sebelumnya mendukung reli emas. Presiden AS menegaskan bahwa otoritas Iran diyakini akan menghentikan tindakan kekerasan terhadap pengunjuk rasa dan saat ini tidak ada rencana eksekusi skala besar.
Selain faktor geopolitik, tekanan juga muncul dari pernyataan Trump mengenai Federal Reserve. Ia menyatakan tidak berencana memecat Ketua Fed Jerome Powell, meredakan kekhawatiran investor terkait independensi kebijakan moneter AS. Penurunan harga emas juga dipengaruhi aksi ambil untung setelah kenaikan tajam sebelumnya.
Meski turun, harga emas masih didukung oleh ekspektasi penurunan suku bunga AS akhir tahun ini, ketidakpastian geopolitik, dan pembelian oleh bank sentral. Suku bunga yang lebih rendah mendukung logam mulia karena mengurangi biaya peluang memegang emas yang tidak menghasilkan imbal hasil.
Logam mulia lain juga mengalami penurunan, dengan perak turun 3,6 persen menjadi USD88,025 per ons dan platinum turun 1,5 persen menjadi USD2.349,25 per ons. Harga tembaga berjangka di London Metal Exchange turun 2 persen menjadi USD12.958,20 per ton, sementara tembaga berjangka AS turun 2,1 persen menjadi USD5,9205 per pon.
Dikutip dari metrotvnews.com
