Dasco: Thomas Djiwandono Tidak Lagi Terdaftar sebagai Kader Gerindra

Dasco: Thomas Djiwandono Tidak Lagi Terdaftar sebagai Kader Gerindra

Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menegaskan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sudah tidak lagi menjadi anggota Partai Gerindra terkait masuknya nama yang bersangkutan dalam bursa calon Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Dasco menjelaskan, Thomas Djiwandono sudah tidak masuk dalam struktur kepengurusan Partai Gerindra sejak Musyawarah Nasional (Munas) sebelumnya. Selain itu, Thomas secara resmi telah mengajukan pengunduran diri dari partai per 31 Desember 2025.

“Sehingga kalau ditanya sekarang, pertama sudah tidak di pengurus, kemudian memang yang bersangkutan sudah mengajukan pengunduran diri,” kata Dasco di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu.

Wakil Ketua DPR RI itu juga menyampaikan bahwa terdapat tiga nama calon pengganti Deputi Gubernur BI yang mengundurkan diri. Presiden Prabowo Subianto, kata Dasco, hanya meneruskan surat dari Gubernur Bank Indonesia kepada DPR RI untuk dilakukan uji kelayakan dan kepatutan.

“Jadi, usulan nama-nama itu bukan dari Presiden, tetapi dari Gubernur BI yang mencari pengganti dari deputi yang mengundurkan diri,” ujarnya.

Menurut Dasco, pengusulan tiga nama calon Deputi Gubernur BI, termasuk Thomas Djiwandono, diputuskan secara kolektif kolegial oleh Bank Indonesia. Oleh karena itu, ia menegaskan pencalonan tersebut bukan merupakan inisiatif Presiden.

“Jadi, ya bagaimana kemudian seorang deputi bisa mengambil keputusan-keputusan penting tanpa disetujui oleh yang lain itu tidak mungkin,” kata Dasco.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa nama Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menjadi salah satu kandidat pengganti Deputi Gubernur Bank Indonesia. Prasetyo menjelaskan, proses tersebut bermula dari surat pengunduran diri Deputi Gubernur BI Juda Agung.

“Jadi, berkenaan dengan Deputi Gubernur Bank Indonesia, itu bermula dari adanya surat pengunduran diri dari salah satu Deputi Gubernur,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 19 Januari 2026.

Dikutip dari antaranews.com