Menko Polkam Pastikan Evakuasi WNI dari Daerah Konflik Berjalan Berkelanjutan

Menko Polkam Pastikan Evakuasi WNI dari Daerah Konflik Berjalan Berkelanjutan

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menegaskan bahwa negara hadir untuk melindungi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di mana pun mereka berada, termasuk yang berada di wilayah terdampak konflik.

Penegasan tersebut disampaikan menyusul tibanya gelombang pertama evakuasi WNI dari Iran yang mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa (10/3/2026).

Sebanyak 22 WNI berhasil dipulangkan ke Tanah Air setelah menempuh perjalanan udara melalui jalur transit di Baku, Azerbaijan, sebelum akhirnya tiba di Jakarta.

Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri bersama perwakilan Republik Indonesia di kawasan terus melakukan pemantauan intensif terhadap situasi keamanan di wilayah konflik tersebut. Pemerintah juga memastikan proses evakuasi berjalan dengan aman dan terkoordinasi.

Apresiasi untuk Koordinasi Evakuasi

Djamari Chaniago menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan koordinasi yang dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri RI bersama seluruh unsur terkait dalam proses evakuasi tersebut.

Menurut dia, langkah tersebut merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan maksimal kepada seluruh WNI di luar negeri.

“Langkah ini sekaligus memastikan keselamatan warga negara tetap menjadi prioritas utama di tengah dinamika konflik internasional,” ujar Djamari dalam keterangan tertulis, Rabu (11/3/2026).

Pemantauan dan Evakuasi Lanjutan

Pemerintah menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi keamanan di kawasan konflik secara berkelanjutan.

Tahapan evakuasi lanjutan juga akan segera dilaksanakan bagi WNI yang masih berada di wilayah terdampak konflik.

Selain itu, pemerintah mengimbau para WNI yang berada di kawasan konflik Timur Tengah untuk terus berkoordinasi dengan perwakilan Republik Indonesia setempat.

Koordinasi tersebut penting dilakukan guna memastikan keselamatan warga negara serta kelancaran proses repatriasi ke Tanah Air.

Dikutip dari metrotvnews.com