Mataram – Dalam rangka memperkuat sinergi pelayanan bagi korban kecelakaan lalu lintas, maka Kepala Jasa Raharja Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Soleh melaksanakan kunjungan audiensi ke RSUD Kota Mataram pada hari Jumat (13/02/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memastikan setiap korban laka mendapatkan penanganan yang cepat, tepat, dan terjamin dari sisi pembiayaan.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Kanwil NTB, Soleh menegaskan pentingnya optimalisasi layanan korban laka melalui koordinasi yang lebih intensif antara petugas Jasa Raharja dan pihak rumah sakit. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kendala administrasi serta mempercepat proses penjaminan biaya perawatan bagi korban kecelakaan yang dirawat di RSUD Kota Mataram.
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah penguatan integrasi sistem JR-Care sebagai platform pelayanan digital Jasa Raharja dengan sistem informasi rumah sakit. Integrasi ini diharapkan mampu mempercepat proses verifikasi data korban, validasi jaminan, hingga monitoring penanganan pasien secara real time, sehingga pelayanan menjadi lebih efektif dan transparan.
Melalui integrasi sistem tersebut, proses penjaminan tidak lagi bergantung pada mekanisme manual yang memerlukan waktu lebih lama. Petugas dapat langsung melakukan pengecekan data kecelakaan, identitas korban, serta memastikan kesesuaian hak santunan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, rumah sakit dapat fokus pada penanganan medis tanpa harus menunggu proses administrasi yang berlarut.
Audiensi ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi lapangan antara petugas Jasa Raharja dengan tim medis dan bagian administrasi rumah sakit. Komunikasi yang solid dinilai sebagai kunci dalam memberikan kepastian layanan, khususnya pada kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat dan keputusan yang akurat.
Kepala Kanwil NTB menyampaikan bahwa pelayanan kepada korban laka merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi dengan RSUD Kota Mataram tidak hanya sebatas kerja sama teknis, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab moral dalam memberikan pelayanan yang humanis dan profesional.
Sebagai penutup, kedua belah pihak sepakat untuk terus memperkuat komitmen melayani sepenuh hati melalui peningkatan kualitas layanan, percepatan proses penjaminan, serta evaluasi berkala terhadap implementasi integrasi sistem. Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang semakin prima bagi masyarakat NTB, khususnya bagi para korban kecelakaan lalu lintas yang membutuhkan perlindungan dan kepastian jaminan.
