Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Pati, Jawa Tengah, melakukan rekayasa lalu lintas terbatas di Jalur Pantai Utara (Pantura) Pati–Juwana akibat genangan banjir yang terjadi di sejumlah titik ruas jalan.
Petugas Satlantas Polresta Pati, Ipda Andika Nofian, mengatakan pengaturan arus lalu lintas bersifat sementara dan situasional, menyesuaikan kondisi di lapangan. Langkah tersebut dilakukan guna menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
“Pengaturan arus lalu lintas ini diterapkan untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas,” ujar Andika Nofian di Pati, Kamis, 22 Januari 2026.
Berdasarkan pantauan di lapangan, genangan banjir terpantau di empat lokasi sepanjang Jalan Pantura Pati–Juwana. Lokasi pertama berada di kilometer 3,5 sekitar depan diler mobil Honda dengan ketinggian air 5 hingga 10 sentimeter dan panjang genangan sekitar 100 meter.
Genangan berikutnya terjadi di kilometer 4 sekitar Simpang Tiga Widorokandang dengan ketinggian air 5 hingga 10 sentimeter dan panjang genangan sekitar 75 meter. Selain itu, banjir juga menggenangi kilometer 4,5 di depan SPBE dengan ketinggian air 5 hingga 10 sentimeter dan panjang genangan sekitar 100 meter.
Sementara genangan terparah berada di kilometer 5 depan PT Bumi Indo, dengan ketinggian air mencapai 15 hingga 20 sentimeter dan panjang genangan sekitar 200 meter.
Pada pukul 09.10 WIB, arus lalu lintas di kawasan Simpang Tiga Widorokandang terpantau mengalami perlambatan dari berbagai arah, baik dari Kota Pati menuju timur, dari arah timur menuju kota, maupun dari arah Widorokandang. Perlambatan dipicu meningkatnya debit air setelah hujan mengguyur wilayah tersebut pada malam hari.
Satlantas Polresta Pati mengimbau para pengguna jalan untuk tetap berhati-hati saat melintas di Jalur Pantura Pati–Juwana, mengurangi kecepatan kendaraan, serta mematuhi arahan petugas demi keselamatan bersama.
Dikutip dari metrotvnews.com
