Sugiono Tegaskan Negara yang Kuat di Dalam Memiliki Posisi Tawar di Luar Negeri

Sugiono Tegaskan Negara yang Kuat di Dalam Memiliki Posisi Tawar di Luar Negeri

Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan Indonesia menganut politik luar negeri yang adaptif dengan bertumpu pada penguatan ketahanan di dalam negeri. Pendekatan tersebut dinilai penting di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks dan tidak menentu.

“Di dunia yang tidak pasti, hanya negara yang kuat di dalam yang memiliki daya tawar di luar,” ujar Sugiono di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Sugiono menyampaikan hal tersebut saat memaparkan kondisi geopolitik dunia yang menurutnya semakin keras, kompetitif, dan sulit diprediksi. Dalam konteks tersebut, Indonesia memilih untuk memperkuat fondasi domestik sebagai dasar dalam menjalankan hubungan internasional.

Ia menjelaskan, model politik luar negeri Indonesia dimaknai sebagai diplomasi ketahanan. Diplomasi ini tidak bersifat reaktif terhadap dinamika global, melainkan adaptif dan berorientasi jangka panjang.

“Sebuah diplomasi yang tidak reaktif, tetapi adaptif, sebagai pilar fundamental dari politik luar negeri Indonesia,” kata Sugiono.

Menurut dia, Indonesia tidak boleh berada dalam posisi yang mudah terombang-ambing oleh perubahan geopolitik global. Oleh karena itu, penguatan ketahanan nasional menjadi kunci utama agar Indonesia mampu bersikap tegas dan konsisten di panggung internasional.

Sugiono menegaskan bahwa kebijakan luar negeri Indonesia harus dilandasi oleh pemahaman realistis terhadap kondisi global. Dunia saat ini, kata dia, dihadapkan pada persaingan yang semakin tajam serta ketidakpastian yang terus meningkat.

“Harus melihat dunia apa adanya. Keras, kompetitif, dan semakin tidak terprediksi,” ujarnya.

Pendekatan politik luar negeri yang adaptif ini diharapkan mampu menjaga kepentingan nasional Indonesia sekaligus memperkuat posisi tawar diplomasi Indonesia di tengah perubahan tatanan global.

Dikutip dari metrotvnews.com