Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf menegaskan bahwa Program Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) merupakan upaya konkret pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui perluasan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.
Hal tersebut disampaikan Mensos saat memberikan sambutan pada peluncuran Sekolah Rakyat Terpadu oleh Presiden Prabowo Subianto di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Kalimantan Selatan, Senin (12/1).
“Program Sekolah Rakyat adalah upaya untuk memotong rantai kemiskinan. Biasanya anak orang tidak mampu, anak yang tidak mampu. Kita harus berani mengubah. Kita tidak boleh menyerah pada keadaan,” ujar Saifullah Yusuf.
Mensos yang akrab disapa Gus Ipul menjelaskan, hingga saat ini Program Sekolah Rakyat telah berjalan di 166 titik yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Program tersebut melibatkan sebanyak 15.954 siswa, 2.218 guru, serta 4.889 tenaga teknologi pendukung.
Ia mengungkapkan bahwa mayoritas peserta didik Sekolah Rakyat berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi sangat memprihatinkan. Sekitar 60 persen orang tua siswa bekerja sebagai buruh harian, petani, pedagang kecil, dan pekerjaan informal lainnya.
“Anak-anak yang masuk Sekolah Rakyat berasal dari keluarga dengan kondisi yang sangat memprihatinkan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Gus Ipul menegaskan bahwa Program Sekolah Rakyat tidak boleh diwarnai praktik pungutan liar maupun suap-menyuap dalam proses penerimaan peserta didik.
“Arahan Presiden cukup jelas, tidak boleh ada sogok menyogok, tidak boleh ada suap menyuap, untuk bisa bersekolah di Sekolah Rakyat ini,” tegasnya.
Ia menambahkan, Program Sekolah Rakyat merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan nasional sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.
“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu,” katanya.
Melalui Program Sekolah Rakyat Terpadu, Kementerian Sosial menargetkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi di Indonesia.
Dikutip dari antaranews.com
