Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, serta relawan terus melanjutkan upaya pembersihan tumpukan kayu dan material sisa banjir di sejumlah wilayah terdampak di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.
Dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Senin, Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) Subhan mengatakan kegiatan pembersihan tidak hanya difokuskan pada tumpukan kayu utama, tetapi juga menyasar fasilitas pendidikan dan lingkungan permukiman warga.
Secara khusus di Kabupaten Aceh Tamiang, pembersihan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas 80 personel Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemenhut, 80 personel TNI, dan 30 personel Polri. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lingkungan Pesantren Darul Mukhlisin dengan dukungan 37 unit alat berat dan progres pekerjaan telah mencapai sekitar 90 persen.
“Tim gabungan telah menyelesaikan pembersihan 12 ruang belajar, dua ruang kantor guru, serta satu area tempat wudhu masjid, sekaligus membantu pembersihan rumah warga di sekitar lokasi terdampak,” ujar Subhan.
Sementara itu, di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pembersihan akses jalan dan permukiman warga terus berlanjut dengan dukungan enam unit ekskavator. Akses jalan di Desa Geudumbak bertambah sepanjang 200 meter, sehingga total jalur yang dapat dilalui kini mencapai 4,85 kilometer.
Di wilayah Provinsi Sumatera Utara, pembersihan dilakukan di Desa Aek Ngadol, Desa Garoga, dan Desa Huta Godang. Kegiatan difokuskan pada pemindahan kayu, pembersihan rumah warga, serta pengangkutan material lumpur.
Kegiatan pembersihan di Sumatera Utara dilaksanakan secara terpadu bersama Satuan Tugas Pemerintah Daerah dan TNI, dengan dukungan 17 unit alat berat serta 14 unit dump truck yang berasal dari Kemenhut, TNI, BNPB, BUMN, dan mitra perusahaan.
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Novita Kusuma Wardani, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana.
“Pembersihan di Sumatera Utara dilaksanakan secara terkoordinasi di bawah komando satgas daerah, dengan tujuan mempercepat pemulihan lingkungan dan aktivitas masyarakat,” kata Novita.
Dikutip dari antaranews.com
