Jasa Raharja Cabang Semarang Gelar Safety Riding, MUKL, dan PPGD bagi Anggota TNI di Pomdam IV/Diponegoro

Jasa Raharja Cabang Semarang Gelar Safety Riding, MUKL, dan PPGD bagi Anggota TNI di Pomdam IV/Diponegoro

Semarang – Dalam rangka meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas, menjaga kesehatan pengendara, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat, PT Jasa Raharja Cabang Semarang melaksanakan kegiatan Sosialisasi Safety Riding, Mobil Unit Keselamatan Lalu Lintas (MUKL), dan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) di Pomdam IV/Diponegoro pada Jumat (21/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh 120 anggota TNI sebagai bagian dari upaya preventif untuk menekan risiko dan fatalitas korban kecelakaan lalu lintas.

Dalam kegiatan Safety Riding, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menerapkan perilaku berkendara yang aman, tertib, dan bertanggung jawab. Materi yang disampaikan mencakup penggunaan perlengkapan keselamatan, kepatuhan terhadap rambu dan marka jalan, menjaga kecepatan sesuai kondisi jalan, mempertahankan jarak aman, serta memastikan kondisi kendaraan tetap laik sebelum digunakan. Peserta juga diingatkan untuk selalu menjaga konsentrasi dan menghindari berbagai perilaku berkendara yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Selain edukasi keselamatan, Jasa Raharja turut menghadirkan Mobil Unit Keselamatan Lalu Lintas (MUKL) sebagai bentuk pelayanan preventif di bidang kesehatan. Melalui kegiatan tersebut, anggota TNI mendapatkan pemeriksaan kesehatan dasar yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, pengecekan kadar kolesterol, gula darah, dan asam urat, serta konsultasi kesehatan. Pemeriksaan ini diharapkan dapat membantu peserta mengetahui kondisi kesehatan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebugaran sebelum menjalankan aktivitas dan berkendara.

Kondisi kesehatan pengemudi menjadi salah satu aspek yang tidak dapat dipisahkan dari keselamatan lalu lintas. Pengemudi dengan kondisi fisik yang prima diharapkan mampu menjaga konsentrasi dan merespons situasi di jalan dengan lebih baik. Oleh karena itu, melalui MUKL, Jasa Raharja tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga mendorong kesadaran bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian dari upaya mencegah kecelakaan.

Sementara itu, melalui kegiatan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), peserta diberikan pemahaman mengenai langkah awal yang tepat ketika menghadapi kondisi gawat darurat, khususnya saat menemukan korban kecelakaan lalu lintas. Edukasi tersebut mencakup pentingnya memastikan keamanan lokasi kejadian, melakukan penilaian awal terhadap kondisi korban, memberikan pertolongan sesuai kemampuan, serta segera menghubungi layanan medis untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dalam kesempatan tersebut, Jasa Raharja juga memperkenalkan peran dan fungsinya sebagai penyelenggara perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas jalan dan penumpang angkutan umum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Salah satu bentuk dukungan terhadap perlindungan tersebut berasal dari Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ). SWDKLLJ menjadi salah satu sumber dana untuk mendukung pemberian santunan kepada korban kecelakaan lalu lintas jalan yang memenuhi ketentuan. Dengan demikian, kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban administrasi kendaraan turut mendukung terselenggaranya perlindungan dasar bagi korban kecelakaan.

Rangkaian kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari para anggota TNI. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan dalam sesi edukasi keselamatan, pemeriksaan kesehatan, hingga materi PPGD. Kolaborasi ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman bahwa keselamatan lalu lintas tidak hanya berkaitan dengan keterampilan berkendara, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi kesehatan dan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat.

Melalui kegiatan ini, Jasa Raharja Cabang Semarang berkomitmen untuk terus memperkuat upaya preventif dan edukatif melalui sosialisasi keselamatan, pelayanan kesehatan, serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat. Sinergi dengan berbagai instansi, termasuk TNI, diharapkan dapat terus dikembangkan guna menciptakan budaya keselamatan berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan serta fatalitas korban di wilayah Jawa Tengah.