Akses Wisata Bromo Ditutup, Omzet Pedagang dan Penginapan Turun hingga 70 Persen

Akses Wisata Bromo Ditutup, Omzet Pedagang dan Penginapan Turun hingga 70 Persen

Penutupan empat pintu masuk kawasan wisata Gunung Bromo sejak Sabtu (8/8/2026) mulai berdampak terhadap ekonomi pelaku wisata. Sejumlah pedagang dan pengelola penginapan mengaku mengalami penurunan pendapatan akibat berkurangnya jumlah wisatawan.

Penutupan dilakukan setelah kebakaran melanda savana Bromo dan meluas hingga Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) serta Lembah Watangan. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup seluruh akses wisata untuk menjamin keselamatan pengunjung sekaligus memudahkan proses pemadaman.

Pedagang di kawasan Cemoro Lawang, Probolinggo, mengaku omzet turun hingga 70 persen. Kondisi sepi membuat sebagian pedagang memilih menghentikan sementara aktivitas berjualan dan beralih bekerja di ladang.

Dampak serupa dirasakan pengelola penginapan. Dari 20 kamar yang tersedia, hanya sekitar 10 kamar yang masih terisi, sementara sebagian wisatawan membatalkan pemesanan.

Pelaku usaha berharap kebakaran segera dipadamkan sehingga akses Gunung Bromo dapat kembali dibuka dan aktivitas ekonomi masyarakat kembali normal.