Ayam pop, hidangan khas Sumatra Barat, telah menjadi menu favorit di rumah makan Padang dan dikenal hingga mancanegara. Pionir ayam pop di Indonesia berasal dari Rumah Makan Family Benteng Indah, yang didirikan oleh Mak As Mangkuto pada 1947 dekat Stasiun PJKA, dan pindah ke Benteng Fort de Kock pada 1975.
Menurut Yulbray Pili, generasi kedua pemilik rumah makan, nama “ayam pop” terinspirasi dari musik pop era 1970-an. Hidangan ini memiliki tekstur daging yang lembut, berwarna putih cantik, dan disajikan dengan sambal pedas serta daun singkong rebus, dikonsumsi bersama nasi hangat untuk kenikmatan maksimal. Yulbray menegaskan, resep dan proses memasak tetap dijaga orisinalitasnya agar cita rasa tetap sama seperti yang diajarkan oleh orang tuanya.
Rumah Makan Family Benteng Indah selalu ramai dikunjungi pembeli lokal maupun wisatawan mancanegara. Cabang satu-satunya yang terletak di dekat Sovia Lama menawarkan pemandangan indah Gunung Singgalang dan Ngarai Sianok. Tekstur lembut dan rasa lezat ayam pop membuat banyak pengunjung, seperti Andi dari Pekanbaru, Riau, selalu kembali ke rumah makan ini saat berkunjung ke Bukittinggi.
Dikutip dari RRI.co.id
