Emas Antam Tak Berubah, Harga Buyback Terkoreksi Rp52 Ribu

Emas Antam Tak Berubah, Harga Buyback Terkoreksi Rp52 Ribu

Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam yang dipasarkan melalui Butik Emas Antam tercatat stabil pada perdagangan Kamis (25/6/2026). Setelah mengalami penurunan signifikan pada perdagangan sebelumnya, harga emas Antam hari ini tidak mengalami perubahan.

Mengutip data resmi Logam Mulia, harga emas batangan Antam dipatok sebesar Rp2,655 juta per gram. Harga tersebut sama dengan posisi perdagangan sehari sebelumnya.

Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali emas batangan Antam mengalami penurunan sebesar Rp52 ribu. Pada perdagangan hari ini, harga buyback ditetapkan sebesar Rp2,320 juta per gram.

Dalam transaksi buyback, penjualan kembali emas batangan kepada Antam dengan nilai lebih dari Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017. Tarif yang dikenakan sebesar 1,5 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan tiga persen bagi non-NPWP. Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai transaksi buyback.

Sementara itu, untuk pembelian emas batangan, dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen bagi pembeli yang tidak memiliki NPWP. Setiap transaksi pembelian emas disertai bukti potong pajak sesuai ketentuan yang berlaku.

Berikut daftar harga emas batangan Antam berdasarkan pecahan pada Kamis (25/6/2026):

  • Emas 0,5 gram: Rp1,377 juta
  • Emas 1 gram: Rp2,655 juta
  • Emas 2 gram: Rp5,250 juta
  • Emas 3 gram: Rp7,850 juta
  • Emas 5 gram: Rp13,050 juta
  • Emas 10 gram: Rp26,045 juta
  • Emas 25 gram: Rp64,987 juta
  • Emas 50 gram: Rp129,895 juta
  • Emas 100 gram: Rp259,712 juta
  • Emas 250 gram: Rp649,015 juta
  • Emas 500 gram: Rp1,297 miliar
  • Emas 1.000 gram: Rp2,595 miliar

Stabilnya harga emas Antam terjadi di tengah pergerakan harga emas dunia yang masih berfluktuasi akibat pengaruh penguatan dolar Amerika Serikat serta meningkatnya ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.