Sebagai upaya meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam memberikan pertolongan awal kepada korban kecelakaan lalu lintas maupun kondisi kegawatdaruratan lainnya, Jasa Raharja Kantor Wilayah Kalimantan Tengah melalui Penanggung Jawab Samsat Buntok, Indra Ashadi, bersama tenaga medis RSUD Jaraga Sasameh Buntok menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) kepada relawan Damkar Swadaya Beringin Buntok. Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Manajemen RSUD Jaraga Sasameh Buntok, Kecamatan Dusun Selatan, pada Rabu (17/6) ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dalam penanganan keadaan darurat.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai teknik pertolongan pertama, penanganan korban kecelakaan di lokasi kejadian, prosedur evakuasi yang aman, serta pentingnya keselamatan berlalu lintas. Selain penyampaian materi secara teori, para relawan juga diberikan kesempatan untuk mengikuti praktik langsung guna meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam memberikan pertolongan awal kepada korban sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Kalimantan Tengah, Alfin Syahrin, menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat dan relawan memiliki peran penting dalam upaya penyelamatan korban kecelakaan. “Golden period setelah terjadinya kecelakaan sangat menentukan keselamatan korban. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas relawan melalui pelatihan PPGD menjadi langkah penting agar pertolongan pertama dapat diberikan secara cepat, tepat, dan aman sebelum korban mendapatkan penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan,” ujar Alfin.
Lebih lanjut, Alfin menegaskan bahwa Jasa Raharja akan terus memperkuat kolaborasi dengan rumah sakit, instansi terkait, dan komunitas masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan serta penanganan kecelakaan lalu lintas. Melalui edukasi dan pelatihan yang berkelanjutan, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan dasar pertolongan pertama sehingga dapat membantu menekan tingkat fatalitas korban kecelakaan dan mewujudkan budaya keselamatan yang lebih baik di Kalimantan Tengah.
