Warga digegerkan dengan penemuan dua jasad pria di dalam selokan yang berada di Jalan Raya Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi. Kedua korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan sejumlah luka di tubuh serta berada dalam posisi bertumpuk di saluran air.
Warga setempat, Rian, mengatakan peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh warga yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Temuan itu langsung mengundang perhatian masyarakat dan dilaporkan kepada pihak berwenang.
“Yang ditemukan dua orang jenazah diperkirakan usia 20 tahunan,” kata Rian di Bekasi, Jumat, 19 Juni 2026.
Petugas kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi kedua korban.
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan secara mendalam terkait kasus tersebut. Sejumlah orang yang diduga mengetahui atau berada di sekitar lokasi kejadian telah dimintai keterangan.
“Kami masih melakukan penyelidikan dan pendalaman. Sejumlah orang sudah kami mintai keterangan untuk mengungkap peristiwa yang sebenarnya,” ujar Kusumo.
Ia menjelaskan, hasil awal pemeriksaan menunjukkan adanya luka pada tubuh kedua korban yang mengarah pada dugaan tindak penganiayaan. Meski demikian, polisi belum dapat memastikan penyebab pasti kematian maupun motif yang melatarbelakangi kejadian tersebut.
Menurut Kusumo, penyidik masih mengumpulkan berbagai bukti dan keterangan saksi guna mengungkap kronologi lengkap peristiwa yang menyebabkan dua pria tersebut ditemukan meninggal dunia di dalam selokan.
Polisi juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk tim forensik, untuk memastikan penyebab kematian korban. Hingga saat ini, identitas lengkap kedua korban serta hubungan keduanya masih dalam proses pendalaman.
Kasus penemuan dua jasad pria di Bekasi tersebut kini masih dalam penanganan aparat kepolisian. Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi penyelidikan yang dilakukan oleh pihak berwenang.
