Sragen – Sebagai upaya konkret menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sragen, Jasa Raharja Cabang Surakarta menggelar layanan pengobatan gratis (MUKL). Kegiatan tersebut dilaksanakan di sela-sela acara Government Auto Show (GAS) Sragen 2026 yang berlangsung di Gedung Sasana Manggala Sukowati, Sabtu (30/5/2026).
Dalam Kesempatan terpisah Kepala Cabang Jasa Raharja Surakarta, Gunamawan, menyampaikan bahwa kesehatan pengemudi merupakan faktor krusial dalam menciptakan keamanan di jalan raya. Menurutnya, kondisi fisik yang prima dapat meminimalisir risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
“Kami menyadari bahwa faktor kesehatan pengemudi sangat berpengaruh terhadap keselamatan. Melalui layanan kesehatan dasar ini, kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kondisi tubuh sebelum berkendara,” ujarnya.
Selain memberikan layanan kesehatan, Gunamawan juga memanfaatkan momen tersebut untuk melakukan edukasi terkait pentingnya disiplin membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Ia mengingatkan masyarakat bahwa dalam setiap pembayaran pajak kendaraan, terdapat komponen Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa SWDKLLJ yang dibayarkan bersamaan dengan pajak kendaraan merupakan dana santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat agar senantiasa taat membayar pajak tepat waktu sebagai bentuk perlindungan bagi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” jelasnya.
Kegiatan yang mendapat antusiasme tinggi dari pengunjung GAS Sragen 2026 ini merupakan kolaborasi antara Jasa Raharja, Pemerintah Kabupaten Sragen, serta tenaga kesehatan setempat. Selain pameran kendaraan, event ini juga menjadi wadah edukasi keselamatan berlalu lintas bagi komunitas otomotif dan masyarakat umum.
Jasa Raharja Cabang Surakarta berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pelayanan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas instansi dalam menekan angka kecelakaan di wilayah Sragen dan sekitarnya secara berkelanjutan.
