Jakarta — Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Ziarah Nasional dan Renungan Suci Hari Pahlawan 2025 di Taman Makam Pahlawan Utama Nasional Kalibata, Jakarta, pada Minggu (9/11/2025) malam. Dalam suasana hening dan khidmat, upacara dimulai pukul 23.45 WIB dan berlangsung hingga menjelang pergantian hari.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, dan tokoh nasional. Seluruh peserta mengikuti jalannya upacara dengan penuh penghormatan kepada para pahlawan bangsa.
🕊️ Prabowo Ajak Bangsa Tidak Lupakan Jasa Para Pahlawan
Dalam amanatnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya mengenang dan meneladani perjuangan para pahlawan. Ia mengingatkan bahwa bangsa Indonesia merdeka berkat keberanian luar biasa para pejuang yang mempertahankan kemerdekaan dari kekuatan asing.
“Pada tahun 1945, 10 November, para pahlawan dengan berani melawan kekuatan asing yang begitu besar, terutama kekuatan Inggris, pemenang Perang Dunia II,” ujar Prabowo.
“Janganlah kita sekali-sekali melupakan jasa mereka, kepahlawanan mereka,” tegasnya.
Presiden juga mengajak seluruh peserta upacara untuk mendoakan arwah para pahlawan yang gugur dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
⚔️ Latar Belakang Pertempuran Surabaya 10 November 1945
Pertempuran Surabaya dikenal sebagai salah satu peristiwa paling heroik dalam sejarah Indonesia. Konflik besar ini dipicu oleh insiden perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato, Surabaya, oleh para pemuda Indonesia yang menolak kembalinya penjajahan.
Situasi semakin memanas setelah Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby, pimpinan pasukan Inggris di Jawa Timur, tewas dalam insiden baku tembak. Inggris kemudian mengeluarkan ultimatum kepada rakyat Surabaya untuk menyerah — ultimatum yang justru membakar semangat perlawanan rakyat.
Pertempuran berlangsung selama hampir tiga minggu, memperlihatkan tekad kuat rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan. Ribuan pejuang gugur, namun semangat mereka menjadi simbol keberanian dan cinta tanah air.
🔥 Semangat Bung Tomo dan Semboyan “Merdeka atau Mati!”
Dalam pertempuran tersebut, sosok Bung Tomo memainkan peran penting dalam membangkitkan semangat rakyat melalui siaran radio dan pidato-pidato berapi-api.
“Saudara-saudara rakyat Surabaya… siaplah menghadapi keadaan genting! Jangan mulai menembak, baru kalau kita ditembak, maka kita akan ganti menyerang mereka itu,” seru Bung Tomo.
“Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka. Semboyan kita tetap: Merdeka atau Mati!”
Pidato itu menjadi api perjuangan yang menyatukan rakyat melawan kekuatan asing. Hingga kini, semangat Bung Tomo terus menjadi inspirasi perjuangan generasi penerus dalam menjaga kedaulatan dan kehormatan bangsa.
🇮🇩 Hari Pahlawan, Momentum untuk Refleksi Nasional
Peringatan Hari Pahlawan 10 November bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen refleksi nasional untuk menumbuhkan semangat persatuan dan nasionalisme.
Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh rakyat Indonesia agar terus menjaga nilai perjuangan, gotong royong, dan cinta tanah air.
Semangat kepahlawanan, katanya, harus diwujudkan dalam tindakan nyata membangun bangsa di era modern. Dikutip dari merdeka.com
