Kolaborasi Pendidikan Tinggi Indonesia–Prancis Kian Diperkuat

Kolaborasi Pendidikan Tinggi Indonesia–Prancis Kian Diperkuat

Kerja sama Indonesia dan Prancis di bidang pendidikan tinggi, riset, inovasi, dan pengembangan talenta semakin diperkuat melalui sejumlah kesepakatan strategis dalam kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis.

Dalam pernyataan bersama kedua kepala negara, Presiden Prabowo dan Presiden Emmanuel Macron menegaskan bahwa pendidikan tinggi, penelitian, inovasi, dan mobilitas akademik menjadi salah satu prioritas utama kerja sama bilateral Indonesia dan Prancis.

Kesepakatan tersebut dinilai menjadi landasan penting dalam memperkuat kapasitas riset, pengembangan sumber daya manusia unggul, serta peningkatan daya saing Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto menyambut positif hasil pertemuan kedua kepala negara tersebut. Menurutnya, penguatan kemitraan ini menjadi momentum strategis untuk memperluas jejaring internasional perguruan tinggi Indonesia sekaligus mempercepat transformasi pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Kerja sama Indonesia dan Prancis dalam pendidikan tinggi, sains, teknologi, dan inovasi merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat daya saing bangsa. Kolaborasi ini akan mendorong pengembangan riset unggulan, peningkatan kualitas SDM, serta mempercepat hilirisasi inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Brian dalam keterangannya yang dikutip Jumat, 29 Mei 2026.

Melalui Joint Declaration on Education, Research, and Mobility yang diadopsi kedua negara, Indonesia dan Prancis berkomitmen memperluas kolaborasi di bidang pendidikan tinggi, penelitian, dan mobilitas akademik.

Kerja sama tersebut diharapkan membuka lebih banyak peluang pertukaran mahasiswa dan dosen, pengembangan riset bersama, inovasi teknologi, hingga penguatan ekosistem kewirausahaan berbasis teknologi.

Kedua negara juga menyambut penyelenggaraan Joint Working Group on Higher Education, Research, Innovation, and Entrepreneurship yang akan digelar di Angers, Prancis, pada Juli 2026. Forum ini menjadi wadah untuk merumuskan berbagai inisiatif konkret guna memperkuat hubungan antara perguruan tinggi, pusat riset, industri, dan ekosistem inovasi kedua negara.

Selain itu, Indonesia dan Prancis menempatkan penguatan inovasi sebagai agenda strategis melalui penyelenggaraan France–Indonesia Year of Innovation 2026. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas teknologi, mendorong pengembangan industri masa depan, serta mempercepat hilirisasi hasil riset melalui kolaborasi erat antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, dan dunia usaha.

Dalam pernyataan bersama itu, Indonesia juga menyampaikan ketertarikan untuk menjajaki kerja sama riset dan inovasi dengan Prancis dalam pengembangan ekosistem energi nuklir yang aman dan berkelanjutan.

Langkah tersebut mencerminkan komitmen Indonesia dalam memperkuat kapasitas sains dan teknologi nasional guna mendukung agenda pembangunan jangka panjang.

Penguatan kerja sama dengan Prancis sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang mendorong perguruan tinggi menjadi pusat lahirnya inovasi dan solusi atas berbagai tantangan pembangunan.

Melalui kolaborasi internasional yang semakin luas, perguruan tinggi Indonesia diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan riset sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, pengembangan teknologi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk memperluas akses sivitas akademika Indonesia terhadap jejaring global, memperkuat kapasitas riset dan inovasi nasional, serta menyiapkan talenta unggul yang mampu menjawab tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045.