Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan transformasi ketenagakerjaan nasional. Kampus dinilai memiliki kontribusi besar melalui penguatan riset, inovasi, serta pengembangan talenta yang adaptif terhadap perubahan dunia kerja.
Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, mengatakan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri menjadi kunci dalam menciptakan SDM unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.
“Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi dan dunia industri menjadi kunci dalam menyiapkan SDM unggul yang adaptif, kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia kerja masa depan,” ujar Cris Kuntadi, Selasa (19/5/2026).
Sebagai langkah konkret, Kemnaker menjalin kerja sama pengembangan SDM dengan Universitas Padjadjaran atau Unpad Bandung. Menurut Cris, kerja sama tersebut menjadi strategi penting untuk memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri di tengah perubahan pasar kerja yang dipengaruhi perkembangan teknologi serta transformasi digital.
Ia menilai sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Dalam kerja sama tersebut, Kemnaker dan Unpad mengembangkan berbagai program yang mencakup peningkatan kompetensi tenaga kerja, pengembangan kewirausahaan, penguatan kajian ketenagakerjaan, hingga penyusunan program pendidikan dan pelatihan yang selaras dengan kebutuhan industri.
Kolaborasi ini juga diarahkan untuk mendorong terciptanya link and match antara kurikulum pendidikan tinggi dengan kebutuhan pasar kerja. Dengan demikian, kesenjangan kompetensi lulusan diharapkan dapat dikurangi secara bertahap.
“Kerja sama ini diharapkan mampu mengintegrasikan pendidikan, pelatihan dan dunia kerja sehingga lulusan memiliki kompetensi yang relevan serta daya saing yang lebih kuat,” kata Cris.
Selain itu, sinergi Kemnaker dan Unpad turut mencakup penguatan pelatihan vokasi melalui integrasi program pelatihan Kemnaker dengan kapasitas akademik, pusat kajian, riset, serta inovasi yang dimiliki Unpad.
Kemnaker juga menegaskan komitmennya dalam memperluas akses peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui transformasi layanan ketenagakerjaan berbasis digital SIAPKerja serta penguatan balai pelatihan vokasi yang responsif terhadap perkembangan industri.
Menurut Cris, langkah tersebut diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda untuk memperoleh pelatihan, sertifikasi kompetensi, serta peluang kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja saat ini.
“Kami ingin memastikan generasi muda dan lulusan perguruan tinggi memiliki akses terhadap pelatihan yang relevan, sertifikasi kompetensi, dan peluang kerja yang lebih luas,” ujarnya.
