Bank Indonesia Siapkan Strategi Perkuat Ekonomi Digital Nasional

Bank Indonesia Siapkan Strategi Perkuat Ekonomi Digital Nasional

Gubernur Perry Warjiyo menegaskan Bank Indonesia terus mendorong penguatan sistem pembayaran digital yang lebih inklusif dan terintegrasi, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga hingga lintas negara.

“Kebijakan sistem pembayaran juga terus diarahkan untuk mempercepat digitalisasi ekonomi keuangan Indonesia,” kata Perry dalam forum KSSK II Tahun 2026 di Kompleks Perkantoran Bank Indonesia, Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memperluas implementasi layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) lintas negara atau QRIS Antarnegara.

Perry mengungkapkan kerja sama transaksi digital menggunakan QRIS dengan South Korea telah resmi diterapkan sejak 1 April 2026.

Selain itu, implementasi QRIS lintas negara dengan China juga mulai diberlakukan pada 30 April 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas sistem pembayaran digital Indonesia dengan negara-negara mitra strategis di Asia.

Di dalam negeri, Bank Indonesia juga mempercepat digitalisasi sektor keuangan melalui peluncuran Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) pada 30 April 2026.

Melalui program tersebut, sebanyak 80 tim telah diseleksi untuk diproyeksikan menjadi calon pelaku bisnis digital masa depan Indonesia.

Perry menjelaskan berbagai inovasi yang dikembangkan mencakup sektor keamanan siber, manajemen risiko keuangan, penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan layanan publik berbasis digital.

Selain itu, Bank Indonesia juga terus mempercepat Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) melalui optimalisasi Sistem Informasi Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (SIP2DD) yang dilakukan secara berkala setiap triwulan.

Sementara untuk distribusi uang kartal, Perry memastikan peredaran uang tunai selama momentum Idulfitri berjalan optimal melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI).