Kurs Rupiah Dibuka Naik ke Rp17.362 per Dolar Amerika Serikat

Kurs Rupiah Dibuka Naik ke Rp17.362 per Dolar Amerika Serikat

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat pada pembukaan perdagangan Kamis pagi, 7 Mei 2026. Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.37 WIB, rupiah berada di level Rp17.362 per dolar AS atau naik 25 poin setara 0,14 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp17.387 per dolar AS.

Sementara itu, data Yahoo Finance menunjukkan rupiah berada di level Rp17.400 per dolar AS pada waktu yang sama. Meski demikian, analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi pergerakan rupiah sepanjang perdagangan hari ini masih akan bergerak fluktuatif dan berpotensi ditutup melemah.

“Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.380 per dolar AS hingga Rp17.420 per dolar AS,” ujar Ibrahim.

Menurut Ibrahim, pergerakan rupiah dipengaruhi sentimen positif pasar terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengindikasikan adanya peluang tercapainya kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik dengan Iran. Kendati demikian, hingga saat ini belum ada respons resmi dari Teheran terkait pernyataan tersebut.

Trump sebelumnya menyampaikan akan menghentikan sementara operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz seiring kemajuan pembicaraan menuju kesepakatan komprehensif dengan Iran. Namun, Angkatan Laut AS disebut tetap melanjutkan blokade terhadap pelabuhan Iran.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam dunia. Jalur tersebut mengalami gangguan sejak konflik AS-Israel melawan Iran pecah pada 28 Februari lalu.

Di sisi lain, sentimen domestik turut menopang pergerakan rupiah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan perekonomian Indonesia mulai menunjukkan percepatan pertumbuhan setelah mencatatkan kinerja positif pada kuartal I-2026 dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,61 persen.

Pemerintah menilai capaian tersebut menjadi sinyal penguatan tren ekonomi nasional. Untuk menjaga momentum pertumbuhan, pemerintah bersama Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi, terutama dalam menjaga likuiditas sistem keuangan.

Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan paket stimulus tambahan guna mendorong aktivitas ekonomi dan meningkatkan kepercayaan pasar dalam beberapa waktu mendatang.