Tanjungpinang – Jasa Raharja menggelar kegiatan sosialisasi dan pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) dan Bantuan Hidup Dasar (BHD) kepada pegawai di lingkungan Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tanjungpinang pada hari Rabu, 15 April 2026 di Ruang Rapat Kantor BPS Kota Tanjungpinang. Kegiatan tersebut disambut antusias oleh 33 pegawai di lingkungan kantor BPS.
Kegiatan dibuka melalui penyampaian pembuka oleh Jasa Raharja Tanjungpinang. Indra Wijaya, Penanggung Jawab Pelayanan Jasa Raharja menyampaikan peran Jasa Raharja selain dalam hal penyerahan santunan.
“Memang tugas utama kami dalam rangka penyerahan santunan ke korban kecelakaan lalu lintas, tapi kami juga dituntut untuk mengupayakan pencegahannya, dalam hal ini mencegah fatalitas melalui penanganan gawat darurat yang tepat,” jelas Indra.
Upaya ini juga merupakan peran aktif Jasa Raharja dan Kemenkes, dalam hal ini BKK sebagai pilar kelima keselamatan lalu lintas. Kantor BPS dipilih juga karena dilewati ruas jalan dengan tingkat kecelakaan yang cukup tinggi.
“Kami pilih lakukan sosialisasi dan pelatihan ke BPS Kota Tanjungpinang juga karena berada di Jalan WR Supratman, salah satu ruas jalan yang termasuk dalam titik rawan kecelakaan di Tanjungpinang,” tambah Indra.
Kegiatan pelatihan PPGD dan BHD ini merupakan hasil kerja sama Jasa Raharja dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Tanjungpinang, dengan menghadirkan narasumber tenaga medis yakni dr. Athikah. Dijelaskan, pokok penanganan apabila korban mengalami henti nafas atau henti denyut nadi.
“Kalau dirasakan korban henti nafas ataupun henti nadi, perlu pemberian Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau pompa pada dada. Lima menit pertama termasuk dalam kategori “golden time” untuk bisa menyelamatkan korban, kita sebisa mungkin bantu sampai dengan tenaga medis datang,” jelas dr. Athikah.
Tindakan ini dilakukan untuk menyelamatkan korban sekaligus mengurangi fatalitas yang dialami korban, terlebih dalam kasus-kasus kecelakaan di jalan raya. Praktik dan simulasi langsung pemberian RJP dengan menggunakan alat peraga manekin juga dilakukan.
Selain membekali pegawai dengan keterampilan gawat darurat, kesempatan ini dimanfaatkan Jasa Raharja untuk berdialog dan mengenalkan Jasa Raharja lebih jauh, seperti keterjaminan korban kecelakaan dan proses administrasi pengurusan santunan. Selain itu juga disampaikan program Gebyar Pajak Kendaraan Bermotor yang sedang digelar Tim Pembina Samsat Provinsi Kepri dan Sensus Ekonomi 2026 yang akan digelar dari BPS.
Harapannya peran aktif dari pegawai bisa menjadi perpanjangan tangan baik dalam rangka pencegahan kecelakaan, penanganan kegawatdaruratan, maupun prosedur pengurusan santunan di Jasa Raharja. Jasa Raharja dan BKK Kelas I Tanjungpinang berkomitmen untuk terus mendukung berbagai upaya menekan angka kasus kecelakaan, termasuk meminimalisir fatalitas korban kecelakaan di jalan maupun keadaan darurat lainnya.
